Senin, 21 Maret 2011

Suara Hati ku

Entah ku mulai dari mana cerita ini,terkadang aku bimbang menghadapi suatu cobaan apakah aku harus terpuruk apa tetap tegar'? tapi hati dan jiwa ku selalu menguatkan ku untuk memohon pertolongan dari ALLAH,tak ada pertolongan yang lebih baik selain pertolongan-NYA.ya ALLAH hanya kepada-MU ku memohon...
di saat kepergian mu Alm.Utami Ramadanti aku terasa kehilangan,tp kau adalah sesosok anak soleha yang terbentuk dari keluarga kecil yang bahagia....sekarang tami sebagai cermin buat tika,agar tika bisa lebih baik...
tika kangen sama tami hanya sebuah doa yang slalu ku kirim untuk mu teman...teringat di masa kecil kita berdua naik sepeda maen, masak-masakan,ampe ngumpet di ladang ketela karna bolos sekolah..hehehhee
aku masih tertawa jika mengingat nya.
                Dulu aku merasa takut akan kata kematian,tapi sekarang aku sadar kematian adalah jalan ke kehidupan yang sebenar nya,di saat kita t'lah dekat dengan ALLAH hal yang paling dekat dengan kita adalah kematian karna ia yang menentuka kita berhasil tidak nya di dunia dan akhirat.
                Dan kau s'lalu berkata Percayalah akan Takdir,Kita T'lah menentukan takdir kita.sewaktu usia kehamilan 4 bulah ALLAH meniupkan Ruh kedalam segumpal daging dan di saat itulah kita membuat suatu perjanjian tentang hidup kita,rezeki kita,jodoh kita hingga kapan kita akan kembali kepada-NYA semua t'lah tercatat pada diri kita.
                Dan Doa anak soleha akan menjadi jembatan bagi orang tua kita menuju surga...,AMIN YA ALLAH,sesungguh nya engkau Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.Alhamdulilah ya Allah Hati ku tenang saat berada di dekat mu,aku s'lalu mencari jalan-Mu ya Allah,Tunjukanlah aku ke jalan lurus-Mu,jalan yang enggaku Ridho'i ya Allah..... 4_I_I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar